Sabtu, 29 Juni 2013

Pemkab Bengkalis Kembali Kehilangan Putera Terbaik

29 Juni 2013 - 6:12 PM


Suasana haru saat pelepasan jenazah Ahmad Ramli
BENGKALIS - Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun. Pemerintah Kabupaten Bengkalis kembali kehilangan sosok putra terbaik di negeri junjungan ini. Dialah Ir Ahmad Ramli Msi kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bengkalis. Dimata Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh, sosok Ahmad Ramli adalah sosok pekerja ulet dan bertanggung jawab.

"Pemerintah Kabupaten bengkalis merasa kehilangan sosok putra terbaik dinegeri ini. Semasa menjabat, dia (almarhum) adalah sosok pekerja gigih dan bertanggung dalam bertugas," Kata Bupati Bengkalis H Herliyan Saleh saat memimpin langsung prosesi pelepasan jenazah almarhum Sabtu (29/6/2013) sekira pukul 16.35 WIB di kediaman duka jalan kelapati tengah.

Sosok Ir Ahmad Ramli Msi ini, lanjut bupati. Selain sosok pekerja keras, almarhum juga merupakan sosok teman yang baik dalam pergaualan semasa hidupnya. Dan bagi keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan dalam menerima cobaan ini.

"Selamat jalan sahabatku, semoga Allah menempatkan mu ditempat yang layak," ucap H Herliyan Saleh semberi menitiskan air mata.

Tampak mendampingi bupati dalam acara prosesi pelepasan jenazah almarhum, diantaranya Assisten I H Burhanuddin, Kadis Sosial, Darmawi, Sekwan Bengkalis, Zulfadli dan sejumlah pejabat dilingkungan pemerintahan kabupaten bengkalis. Prosesi pelepasan dilakukan secara sipil (Kepegawaian,red) diselimuti suasan haru yang mendalam mengantarkan ketempat peristirahatan terakhir almarhum. (d'ari)

Sabtu, 22 Juni 2013

RoRo Nyaris Tabrakan
20 Juni 2013 - 09.22 WIB

 
BENGKALIS -DUA kapal pemyeberangan Roll On-Roll Off (Ro-Ro) rute Bengkalis-Sungai Pakning, KMP Tasik Gemilang dan KMP Swarna Putri nyaris tabrakan ketika hendak keluar dari Dermaga Sungai Selari, Kecamatan Bukit Batu, Rabu (19/6) sekitar pukul 08.30 WIB. Insiden ini dipicu kian menebalnya kabut asap di wilayah itu. Belakangan, jarak pandang hanya 100 meter.

Memang benar, dua kapal RoRo nyaris bertabrakan saat keluar dari pelabuhan Sungai Selari, berkemungkinan KMP Tasi Gemilang yang hendak keluar dari dermaga tidak melihat KMP Swarna Putri akibat kabut asap yang tebal mengakibatkan jarak pandang tinggal beberap ratus meter,” ujar Bambang, salah seorang petugas Adpel Sungai Pakning yang bertugas di Pelabuhan RoRo, Sungai Selari.
Untuk tidak menginginkan hal-hal yag nanti bisa membahayakan keselamatan pelayaran, institusinya telah meminta pihak kapal untuk ekstra hari-hati, terutama saat keluar dari dermaga dan juga dalam berlayar karena perairan Sungai Pakning dan Bengkalis merupakan perairan yang banyak dilewati kapal baik dari luar maupun lokal.
“Keberangkatan sengaja kita lewatkan 15 menit dari jadwal , mengingat kondisi perairan di selimuti kabut asap yang cukup tebal. Selain itu pihak kapal juga diminta menghidupkan alat navigasi serta saling berkomunikasi dengan kapal lain untuk mengambil jalur pelayaran yang aman,” katanya.
Sementara itu Kapten Kapal KMP AENG Mas Lilik Tio mengungkapkan bahwa kabut asap yang cukup tebal menyelimuti Perairan Bengkalis pada hari ini sangat berisiko untuk pelayaran, selain jarak pandang yang pendek juga tidak bisa melihat dengan jelas dermaga saat melakukan gerak untuk bersandar kapal.
“Kami harus hati-hati terhadap saat merapatkan kan kapal, mengingat kondisi perairan yang diselimuti kabut asap yang cukup tebal pada hari ini,” katanya.
Menyerah
Kian luasnya Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis akhirnya menyurati pemerintah pusat meminta bantuan. Surat tersebut dikirim kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Menteri Kehutanan RI dan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra).
Dalam surat yang diteken Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh tersebut, intinya Pemkab Bengkalis mengharapkan ada solusi secepat mungkin sebagai langkah antisipasi penanganan karhutla yang terjadi sekarang. Pemkab Bengkalis mengharapkan adanya hujan buatan yang dilakukan oleh pemerintah pusat, dikarenakan karhutla yang terjadi sudah tidak terkendali lagi.
Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Bengkalis, H Herman Mahmud, Rabu (19/6) menyebutkan kalau penanganan Karhutla yang terjadi sekarang sudah diluar batas kemampauan. Salah satu upaya dalam waktu dekat yang dapat dilakukan adalah membuat hujan buatan di lokasi kebakaran di kecamatan Bukitbatu.
“Menghadapi situasi yang mulai tidak terkendali ini, kita sangat mengharapkan pemerintah pusat turun tangan. Pak Bupati sudah mengirimkan surat ke pemerintah pusat supaya ada tindakan bersama mengatasi karhutla yang semakin hari makin meluas,”ungkap Herman menjelaskan.
“Upaya penanganan masih terus dilakukan. Tetapi hasilnya masih jauh dari harapan. Keterlibatan Regu Pemadam Kebakaran (regdam) perusahaan swasta di Bukitbatu, BPBD-Damkar Pemprov Riau serta Bengkalis, masyarakat peduli Api (MPA) di Bukitbatu sampai sekarang belum membuahkan hasil, sehingga satu-satunya solusi adalah membuat hujan buatan,” terang Herman, mantan Kadis Perikanan ini.
Sekolah Diliburkan
Sejak sepekan ini, kabut asap yang menyelimuti Pulau Bengkalis. Asap tidak hanya terkihat di jalan atau di tempat terbuka, tapi juga sudah masuk ke rumah-rumah warga.
Terkait persoalan tersebut, Wakil Bupati Bengkalis, H Suayatno minta kepada Dinas Pendidikan untuk segera mengambil kebijakan meliburkan aktifitas belajar di sekolah.
“Saya lihat kondisi kabut asap sudah sangat parah sekali. Berarti sudah bendera merah. Untuk itu saya minta kepada Dinas Pendidikan untuk segera meliburkan sekolah-sekolah di Pulau Bengkalis sampai kondisi udara membaik,” ungkap Suayatno, Rabu (19/6).
Diungkapkan Suayatno, pencemaran udara akibat kabut asap hasil pembakaran lahan dapat membahayakan kesehatan bagi warga, terutama bagi anak-anak sekolah yang sangat rentan dengan masalah ini. Jika anak-anak sekolah, terutama tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) dan sekolah dasar (SD) tidak boleh beraktivitas di luar rumah selama kabut asap ini.
“Saya mendapat kabar, sudah banyak anak-anak yang dilarikan ke rumah sakit akibat asap ini. Makanya, jika sekolah tidak segera diliburkan, saya khawatir akan berdampak lebih buruk lagi bagi anak-anak. Saat ini sudah selesai ujian, proses belajar mengajar seperti hari-hari biasa, sebaiknya sekolah diliburkan saja,” ujar Suayatno.
Penetapan libur sekolah mulai efektif diberlakukan, Kamis (20/6) melalui Surat Edaran (SE) dari Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bengkalis. Sebelumnya, Rabu (19/6) pihak Disdik telah memberitahu UPTD sudah mengizinkan sekolah dasar untuk memulangkan anak didik mereka.
Untuk sementara pemberlakukan libur sekolah ini baru sebatas anak-anak SD. Dinas Pendidikan sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan yang telah melakukan survei di beberapa titik. Dari hasil survei tersebut, untuk sementara waktu sekolah yang diliburkan baru sebatas tingkat Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar. Namun jika kondisi semakin memburuk, tidak tertutup kemungkinan pihak Disdik akan meliburkan seluruh sekolah di pulau Bengkalis.
Bom Air
Selain nyaris membuat sua kapal Ro-Ro tabrakan, sejumlah masyarakat Desa Tanjung Leban dan sekitarnya memilih mengungsi ke jalan karena khawatir sewaktu-sewaktu api bakal membakar rumah mereka menyusul kebakaran lahan terus meluas dan sudah mendekati pemukiman warga. Kabut asap dan tiupan angin kencang juga membuat warga tidak sanggup bertahan di rumah atau pondok-pondok yang berada di kebun.
Informasi yang dihimpun di lapangan, sampai kemarin ada sekitar 4 pondok masyarakat yang berada di dalam kebun sawit dan satu rumah permanen terbakar. Sementara titik api mulai dari Desa Tanjung Leban, Sepahat (Bengkalis) dan Pelintung (Dumai) diperkirakan mencapai lebih dari 20 titik api.
Sementara Kapolres Bengkalis AKBP Ulung Sampurna Jaya saat dikonfirmasi diruang kerjanya membenarkan bahwa dia dan sejumlah perwira lainnya, langsung meninjau beberapa titik kebakaran di Desa Tanjung Leban, dan memberikan bantuan sembako kepada korban yang diungsikan, Selasa (18/6) sore kemarin.
“Iya betul, kita kemarin bersama beberapa perwira meninjau ke TKP, juga menyerahkan sdikit sembako bagi warga yang mengungsi, mudah-mudahan dengan bantuan sembako ini dapat bermanfaat dan meringankan bagi keluarga pengungsi. Karena kebun untuk mencari nafkah para warga ini sudah terbakar,” tuturnya, Rabu (19/6) kemarin.
Humas PT Arara Abdi-Sinar Mas Forestry, Nurul Huda, yang ikut turun ke lokasi kebakaran di Desa Sepahat dan Tanjung Leban, turut membenarkan bahwa sejumlah warga di sana mengungusi ke jalan sejak Selasa (18/6).
Dipaparkan Nurul, titik api yang terpantau dari Tanjung Leban, Sepahat dan Pelintung sudah mencapai 20-an lebih. Sementara jarak pandang di udara hanya berkisar 30-50 meter sehingga helikopter tidak bisa terbang untuk membantu melakukan pemadaman dengan menggunakan bom air.
“Hari ini upaya pemadaman menggunakan helikopter tidak bisa dilakukan karena kabut sangat tebal. Kondisi ini diperparah lagi dengan angin yang bertiup kencang adan arahnya berubah-ubah,” ujar Nurul, Rabu (19/6).
Sementara upaya pemadaman dari darat tetap dilakukan oleh regu pemadam perusahaan. Bahkan sejak kemarin ditambah lagi lima regu sehingga jumlah keseluruhan menjadi 15 regu.
“Hari ini kita menambah lagi lima regu sehingga totalnya menjadi 15 regu pemadam. Satu regu berjumlah 10 orang,” jelas Nurul.
Ketika ditanya apakah areal HTI perusahaan ikut terbakar? Nurul mengatakan bahwa tanaman yang berada di sekitar perbatasan dengan kebun masyarakat sudah banyak yang layu akibat terkena panas tapi api belum sampai masuk ke areal perusahaan.
Tunggakan Sewa Kapal Dibayar PT GSB
22 Juni 2013 - 08.31 WIB


BENGKALIS - Tunggakan lima bulan retribusi dan pajak KMP Tasik Gemilang (TG) akhirnya dibayarkan PT. Gemalindo Shiping Batam (GSB) Cabang Bengkalis, (21/6) kemarin. Hal itu diakui langsung Direktur PT GSB Cabang Bengkalis Edi kepada wartawan kemarin.”Kita minta berita diluruskan pak, kita minta maaf. Memang kemarin kita sempat nunggak lima bulan uang sandar kapal, dan hari ini sudah kita lunasi semua.

Kecuali untuk retribusi sandar kapal masih belum, dan kita minta toleransi dari dinas terkait, karena ada yang harus diselesaikan,”kata Edi melalui via ponselnya.
Menurut Edi lagi, besaran sewa kapal yang dibayar yakni sebesar Rp 175 juta, perbulannya Rp 35 juta. Ia juga mengaku, salah satu persoalan yang belum kelar terkait dengan KMP TG ini adalah sandar kapal, karena sesuai dengan perhitungan kasar Gross tonnage (GT) perlu dilakukan pengukuran ulang. Untuk pengukuran GT ini, pihak PT GSB sudah melayangkan surat ke BKI serta mendatangi Adpel di Jakarta.
Untuk GT KMP Tasik Gemilang saat ini berada di 776 GT. Sementara KM Aeng Mas saja yang ukurannya lebih besar dari KMP TG hanya menyandang GT 380, sehingga kondisi ini memberatkan dari sisi pembayaran kapal sandar.
“Pada prinsipnya, pengukuran ulang ini kita sudah temui Adpel di Jakarta, dan BKI. Mudah-mudahan pengukuran ulang akan dilakukan dalam waktu dekat. Saya berharap dinas terkait juga memahami kondisinya,”kata Edi yang mengaku berada di Pekanbaru.
Disinggung soal terpakainya uang sewa kapal untuk perbaikan docking dan perbaikan ringan KM TG. Edi mengatakan, semua itu hanya kesalahpahaman.(win)
 
Kabut Asap Terburuk
22 Juni 2013 - 08.34 WIB


BENGKALIS - Hampir tidak ada tempat untuk lari dan bersembunyi deri dekapan kabut asap. Asap begitu merejalela, bukan hanya di jalanan atau di tempat-tempat terbuka, di kamar tidur, kamar mandipun mereka ada. Parahnya, kabut kali ini bukan hanya menerbangkan asap putih, tapi juga abu hitam dari sisa kebakaran.

Orang Bengkalis menyebut, musibah kabut asap yang terjadi kali ini menjadi yang terparah sejak “musim asap” ada di daerah ini. Jarak pandang hanya beberapa puluh meter saja, bahkan sejumlah kapal angkutan laut terpaksa menggunakan alat navigasi canggih untuk menghindari tabkaran.
Berbeda dari serangan asap yang sudah-sudah, kali ini tidak semata kepulan asap putih yang berterbangan, tapi juga abu hitam dari sisa kebakaran hutan. Halaman dan lantai rumah warga jadi kotor dan menghitam, benda atau barang yang ditarok di luar rumah akan kotor dan berdebu, padahal hanya beberapa jam saja.
“Berpuluh kali kita mengalami musibah asap, kali ini menjadi yang terparah. Tak pernah-pernah sepekat ini, udara kotor dan itu terpantau oleh mata kasar kita, awan juga terlihat agak menyeramkan, gelap dan sedikit kemerahan,” kata Yani Sakiman (56) warga Bengkalis.
Kondisi paling parah dimulai sejak Selasa (18/6) lalu. Kabut asap terlihat di mana-mana, jarak pandang sekitar 200 meter saja. Semula warga mengira, kabut akan menghilang seiring matahari mulai meninggi, celakanya, semakin siang kabut terlihat semakin menebal dan cuaca semakin panas dan gersang.
Kabut asap akan mulai berkurang seiring hari semakin sore dan menjelang malam. Kendati kabut masih menyesakkan dada dan memedihkan mata, tapi tidak separah saat pagi sampa siang hari. Kondisi udara akan kembali memburuk ketika pagi mula merangkak siang. “Jelang malam kabut agak berkuran, tapi saat pagi kabut turun kembali,” kata Semah pula.
Pembagian masker terlihat dimana-mana, selain ada yang dibagikan gratis, adapula yang menjualnya. Yang memakai maskerpun tidak hanya trlihat di jalan-jalan atau saat warga mengendarai kendaraan, tapi juga di rumah dan di tempat-tempat layanan umum.
Seperti terlihat di RSUD Bengkalis, sebagian besar petugas medis di rumah sakit milik daerah tersebut mengenakan masker, karena kabut asap menyerang sampai ke kamar pasien. “Luar biasa kabut asap kali ini, sampai masuk ke dalam rumah,” cerita Oka warga Bengkalis lainnya.
Upaya mengatasi kebakaran terus dilakukan oleh regu pemadam, baik regdam dari Bengkalis, Kecamatan, Masyarakat Peduli Api yang ada di desa juga regdam dari Provinsi dan perusahaan. Namun siapa nyana, petugas yang sudah bertungkus lumus dan erhari-hari berjibaku dengan asap dan api tersebut akhirnya lempar handuk.
Menurut Kadis Perkebunan dan Kehutanan, H Herman Mahmud, upaya pemadaman sudah maksimal, tapi sudah tak mampu lagi meredam amukan si jago merah. Satu-satunya jalan, meminta bantuan pusat untuk membuat hujan buatan seraya berdoa agar hujan turun.
Jumat (21/6) pagi kemarin, matahari menyapa masyarakat Bengkalis dengan sedikit garang, pertanda kabut asap mulai menghilang. Pun begitu saat siang, matahari tak lagi malu seperti hari-hari sebelumnya. Sayangnya, saat hari mulai condong, sekitar pukul 14.00 Wib, awan kembali berubah merah dan kelam, membuat sebagian warga takut berkatifitas di luar rumah. “Mungkin tadi pagi arah angin berubah, setelah agak sore kembali mengarah ke Bengkalis,” ujar Mega pula.(auf)

Minggu, 09 Juni 2013

Kantor bupati Bengkalis jadi lokasi pesta narkoba

Minggu, 24 Maret 2013 10:20 WIB | 


Pekanbaru (ANTARA News) - Dua orang pecandu narkoba, masing-masing SA (34) pegawai negeri sipil dan RE pegawai swasta ditangkap aparat kepolisian saat berpesta narkoba di salah satu ruangan Kantor Bupati Bengkalis Provinsi Riau pada Sabtu malam (23/3).

Seorang perwira kepolisian setempat dalam pesan singkat pada Minggu, mengindikasikan bahwa kantor Bupati Bengkalis itu telah sejak lama dijadikan sebagai lokasi pesta bagi oknum pecandu narkoba.


"Benar, tadi malam kami berhasil mengamankan dua orang pemakai narkotika, satu diketahui sebagai PNS satu lagi pegawai swasta," kata Kapolres Bengkalis AKBP Ulung Sampurna Jaya lewat media selular.


Informasi kepolisian menyebutkan, awal penangkapan kedua pecandu narkoba itu berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai gelagat keduanya yang selalu bermalam di salah satu ruang Kantor Bupati Bengkalis.


Berbekal informasi itu, aparat kemudian melakukan penyelidikan sekaligus pengintaian hingga akhirnya, pada Sabtu (23/3) sekitar pukul 19.45 WIB, dilakukan penggeledahan di beberapa ruangan staf ahli Kantor Bupati Bengkalis.


Petugas kepolisian mengatakan dua pelaku itu ditangkap kemudian digiring digiring ke Markas Polres Bengkalis.  



sumber : antara news

Sabtu, 08 Juni 2013

Dari Gelar Perkara 4 WNA Pembawa Sabu
8 Juni 2013 - 09.19 WIB



BENGKALIS (DP)- Sehari setelah menerima limpahan berkas perkara kasus 4 warga Negara asing asal Negeri Jiran Malaysia yang ditangkap petugas Bea dan Cukai Bengkalis karena kedapatan membawa narkoba jenis sabu - sabu bernilai ratusan juta rupiah di pelabuhan internasional Bandar Sri Setia Raja (BSSR) Selatbaru kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis beberapa hari lalu.

Jajaran Satuan Reserse Narkoba Res Bengkalis yang dipimpin Kasat Narkoba menggelar perkara kasus tersebut bersama penyidik Bea dan Cukai Kurniawan, Pengacara 4 WNA Windrayanto SH dan Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Tengku Firdaus, Rabu (5/6) sekira pukul 20.00 WIB malam lalu.
Kapolres Bengkalis AKBP Ulung Sampurna Jaya melalui Kasat Narkoba AKP Willy Kertamanah menerangkan kepada Dumai Pos, bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap 4 tersangka oleh penyidik Bea dan Cukai yang juga dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Sat narkoba, salah satu dari 4 orang yang diamankan berinisial GR (43) akan dilepas dan dipulangkan karena tidak cukup bukti terlibat dalam kejahatan menyelundupkan barang haram tersebut.
“Kita sudah split 3 tersangka secara instensif, dari hasil pemeriksaan bahwa GR ini tidak tau menau keberadaan sabu-sabu yang dibawa oleh ketiga rekannya, maka dari itu berdasarkan hasil gelar perkara GR akan kita lepaskan hari ini dan akan segera kita pulangkan ke Negara asalnya” terang Willy ketika ditemui diruang kerjanya, Jumat (7/6) kemarin.
Disinggung alasan gelar perkara berlangsung pada malam hari, Willy menjelaskan gelar perkara kasus ini dilakukan pada malam hari karena pada hari Rabu (5/6) tersebut waktu penangkapan keempat tersangka sudah 3x24 jam, dan berdasarkan Undang-undang yang mengatur gelar perkara harus dilaksanakan sebelum 3x24.
“Kita gelar perkara pada malam hari itu karena waktu mepet, pada hari rabu itu penangkapan tersangka sudah 3x24 jam, maka dari itu selesai penydik kita memeriksa keempat WNA tersebut langsung kita gelar perkara dengan mengundang Kasi Pidum dari Kejaksaan, Pengacara tersangka juga penyidik dari Bea dan Cukai, karena undang-undang mengatur demikian” jelasnya.
Ketiga tersangka WNA pembawa sabu itu, lanjut Willy, akan dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 113, 114 dan pasal 132 undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman kurungan penjara maksimal 15 tahundan denda paling banyak 1 Milyar rupiah.
Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Bengkalis Tengku Firdaus saat dikonfirmasi melalui ponselnya membenarkan hasil dari gelar perkara tersebut.
“ Ya memang benar saya diundang pak Willy untuk gelar perkara kasus ini (WNA pembawa Sabu-red) yang kebetulan dilaksanakan pada malam hari karena waktu penyidikan habis pada waktu itu, hasilnya salah satu dari 4 WNA tersebut tidak terbukti dan akan dilepas berdasarkan hasil pemeriksaan yang berlangsung selama 2 hari” kata Firdaus lewat ponselnya, Jumat (7/6) kemarin.(*1/men)